Home > ARTIKEL > Atas Nama Perpisahan, Aku Maafkan Segala Luka yang Pernah Tergoreskan

Atas Nama Perpisahan, Aku Maafkan Segala Luka yang Pernah Tergoreskan

Seseorang datang dan pergi dalam hidup silih berganti. Ada yang bertahan, ada yang lalu melupakan. Ada yang memberi ceria, ada pula yang menggores luka.

Beragam dari mereka, mewarnai hidup menjadi lebih ‘asik’, tanpa bermaksud mengusik. Kehadiranmu tak pernah di sengaja. Yang awalnya hanya orang baru, kini hanya menjadi masa lalu.

Seberapa menyenangkan atau berat pun hidup yang kau jalani saat ini, semua pasti berlalu dan berganti menjadi yang baru. Begitu seterusnya, ya itulah siklus kehidupan. Seberapapun kau membangun dan menjalani hari-hari indah bersama pasangan, bila Tuhan menkadirkan perpisahan, semua hanya akan jadi kenangan. Ikhlaskan dan petiklah pelajaran.

Luka yang kau goreskan mengujiku untuk bertahan

Atas nama kenangan yang telah kau berikan, aku berterima kasih karena telah menjadi salah satu senyumanku. Atas nama perpisahan, kumaafkan segala luka yang kau gores dalam hidupku. Tuhan memberikan cara lain untuk menguji hidup setiap hambanya, mungkin ini salah satu ujianNya. Melalui luka yang kau buat, Tuhan ingin tau seberapa kuat aku untuk menahan dan mengikhlaskan segalanya. Karena Tuhan ingin aku percaya, bahwa Dia kan mengganti luka itu dengan seseorang yang lebih baik.

Kenangan memang tak akan dapat dilupakan, namun sakit itu tak lagi ingin kurasakan

Aku tak bisa menghapus segala kenangan yang pernah terjadi karena selamanya itu akan melekat. Setidaknya aku masih bisa berusaha, untuk tidak merasakan sakit yang pernah kurasa sebelumnya. Aku tak berniat menyalahkan hidup yang telak ditakdirkan Tuhan, maka dari itu aku akan bersahabat dengan masa laluku. Biarkan semua tersimpan dalam memori yang hanya Tuhan, aku dan masa laluku sendiri yang tahu.

Aku perlu waktu membuat hatiku terbiasa tanpamu

Tak semudah melupakanmu, hatiku butuh waktu untuk terbiasa tanpa kehadiranmu. Biarkan aku menyibukkan diri untuk menghilangkan rasa yang ada di dalam dada. Kulatih rasaku untuk kembali seperti semula sebelum mengenalmu agar ada ruang untuk hati lain singgah. Aku akan terus memulai kisah agar hatiku terbiasa.

Terima kasih, kehilanganmu membuatku dewasa

Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku, memberi kenangan yang tak pernah kulupakan dan kesakitan yang pernah kurasakan. Aku tak pernah menyesali pertemuan, karena kehidupan pasti akan ada perpisahan. Segala hal yang pernah terlewati, membuatku menjadi dewasa. Aku menjadi tahu bagaimana rasa jatuh cinta lalu meresapinya, aku tau bagaimana rasanya sakit hati sehingga aku tau cara mengatasi.

Betapapun sakit yang pernah kau buat, aku tak akan dendam. Terima kasih karena aku telah berlatih memaafkan segalanya. Biarlah seseorang hadir meskipun hanya sekedar mampir. Jangan jadikan seseorang yang menyakitimu menjadi penghancur kehidupanmu. Paculah jiwamu untuk selalu tegar dan menunjukkan pada dunia, bahwa hidupmu akan baik-baik saja dan berkembang menjadi lebih baik setelah mengenalnya.

sumber : http://www.hipwee.com/

Categories: ARTIKEL
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: