Home > ARTIKEL > ausyiah

ausyiah

“Tak ada yang benar-benar bisa hidup sendiri

karena alam terlampau luas, kebahagiaan hanya untuk mereka yang mengerti arti kebersamaan”  

Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris

Nabi
saw. berkata, “Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris.” Bila
bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah
juga bergabung dan bersatu, bekerja sama, saling mengawasi, melindungi
dan saling mendukung. Meskipun tanpa sepatah kata.

“Dan di
antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum: 21)

Sebelum Mengambil Keputusan Besar Itu

“Jangan
pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah pasangan yang
tepat. Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami unggul.
Carilah istri yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita,
dengan orientasi kita. Sebab ternyata tidak semua orang cerdas
membutuhkan orang cerdas lain, tidak semua wanita cantik membutuhkan
lelaki gagah. Kadang yang lebih penting bukan seberapa banyak kelebihan
dan kekurangan kita, tapi bagaimana kita dapat mengkomunikasikannya
dengan baik dan menerima pasangan kita dengan bijaksana sehingga istri
menjadi pakaian bagi suaminya dan suami menjadi pakaian bagi istrinya.”

Nasehat Umamah Binti Harits kepada putrinya

Jadilah
Engkau yang paling menghormati suamimu maka ia akan menjadi orang yang
paling mengormatimu. Jadilah engkau yang paling cocok dengannya niscaya
ia akan menjadi orang yang paling cocok denganmu.

Mencintai Itu Keputusan

Sebab
cinta adalah kata lain dari memberi..sebab memberi adalah
pekerjaan..sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan,
menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat..sebab pekerjaan berat
itu harus ditunaikan dalam waktu lama..sebab pekerjaan berat dalam
waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki
kepribadian kuat dan tangguh..maka setiap orang hendaklah berhati-hati
saat ia akan mengatakan,”Aku mencintaimu.” Kepada siapa pun!

Sebab
itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu.”Aku
mencintaimu,”adalah ungkapan lain dari ,”Aku ingin memberimu sesuatu,
aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa
yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia..aku
akan berusaha keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh
semaksimal mungkin..aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku
proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan
padamu..”

Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai
terhadap integritas kepribadian kita. “Aku mencintaimu” merupakan
deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi
terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan
berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta:
memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi. Sekali deklarasi
cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa
kepercayaan.

Begitulah
bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada
pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya, atau
rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu
situasi: cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta
yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan
padam pada tahun kedua, ketiga dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja
perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau
pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup
kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau
penurunan. Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta
dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah
tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi sulit.
Disitu konsistensi teruji, disitu juga integritas terbukti. Sebab
mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit,
jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar. Mereka yang
dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya
penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya.
Sampai tak ada tempat bagi yang lain.
[ Dari serial cinta-nya Anis
Matta ]

Cinta Abadi kepada Allah

Kaidah
cinta Ibnul Qoyyim ini mengajarkan pada kita bahwa sebab adalah nyawa
bagi cinta. Sebab yang sembarangan hanya menumbuhkan cinta sembarangan.
Cinta yang abadi memerlukan sebab yang abadi, begitulah kesimpulannya.
Adalah dusta jika kau mengatakan cintamu abadi, padahal sebab cintamu
hanya kecantikan fana, kekayaan sementara, atau perangai sandiwara.
Cinta karena Allah adalah cinta dengan sebab yang abadi. Cintailah Yang
Maha Abadi karena cintamu akan selalu berbalas, penuh kasih sayang dan
selalu memaafkan.

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yg hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu


Categories: ARTIKEL
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: