Home > ARTIKEL > Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Bagaimana jika Anda dihadapkan dengan situasi cinta harus memilih?

Cinta memang harus memilih, memilih mana yang tepat menjadi pasangan hidup Anda. Siapapun yang menjadi pasangan hidup Anda, maka hal tersebut merupakan cermin yang ada pada diri Anda. Jika Anda memilih berdasarkan pertimbangan rasa, lalu bertemu di medan perjuangan, maka pasangan hidup yang Anda dapatkan juga orang yang memiliki karakter yang sama. Namun jika Anda memilih berdasarkan pertimbangan logika semata, maka yang Anda dapatkan juga seperti yang Anda pikirkan.

Dalam memilih cinta, ada perpaduan antara rasa dan logika. Anda yang merasa sudah cocok sering lebih ‘dibenarkan’ dibandingkan pertimbangan secara ‘ilmiah’. Jika wanita dalam pertemuan pertama dengan lelaki
langsung merasa bahwa lelaki itu merasa cocok untuk menjadi suami,
meski ia belum mengetahui secara detail siapa identitas si lelaki itu,
maka biasanya faktor perasaan cocok tersebut yang akan menjadi faktor dominan dalam pertimbangan si wanita untuk hubungan selanjutnya. 

Sebagian orang sering langsung merasa tertarik ketika lawan jenis yang ia temui pertama kali menyapanya atau memberikan penampilan terbaiknya di kala itu, padahal bisa saja kesemuanya itu palsu. Sementara itu argumen rasional berdasar data lengkap tentang berbagai segi dari karakteristik lelaki atau perempuan, mungkin dapat memuaskan logika, tetapi mungkin  terasa kering, karena pernikahan bukan semata masalah logika, tetapi justru lebih merupakan masalah perasaan. 

Sebagai contoh, ada pasangan suami istri yang dari segi logisnya sudah pas, misalkan suaminya ganteng dan istrinya cantik, juga secara materi sudah mencukupi, seharusnya hidup bahagia. Namun, pasangan tersebut justru melewati hari-harinya dengan suasana yang kering dan membosankan, karena hubungan lebih terkesan format daripada rasa. Untuk itu, diperlukan perasaan cocok diantara keduanya untuk mengurangi kekeringan, sehingga mereka akan kaya dengan perasaan, dan bisa hidup bahagia dalam kesahajaan.

Categories: ARTIKEL
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: