Home > ARTIKEL > –rEnUn9An–

–rEnUn9An–

Betapa pikiran memiliki kekuatan dahsyat bahkan untuk menentukan nasib
dan bentuk kehidupan kita. Hal ini dapat dilihat dari proses bermimpi,
dimana seseorang dapat bermimpi apa saja sesuai imajinasi.


Masalah yang dihadapi dalam mimpi ataupun bentuk kehidupan adalah kita

tidak dapat memilih atau memiliki tingkat pengendalian tertentu
terhadap proses itu. Kita tidak dapat memilih untuk bermimpi tentang
apa, ataupun memilih untuk hidup sebagai apa.

Saat kita menuju ke keadaan kesadaran tidur, sebenarnya banyak proses
di dalamnya yang tidak dapat kita sadari kecuali dengan latihan
peningkatan kesadaran dan konsentrasi yang terus menerus.

Mengapa kita tidak menyadari hal ini ? Karena bentuk kesadaran kita
sebagian besar di dominasi oleh keadaan kesadaran sewaktu kita
terjaga. Dan kita selalu menggunakan metode yang tanpa kita sadari
untuk memeriksa keadaan kesadaran yang lain itu. Akibatnya, kita
selalu kembali ke keadaan kesadaran yang biasa.

Pernahkah anda demikian khawatir bahwa anda tidak dapat tidur ?
Semakin anda khawatir, maka anda semakin tidak dapat tidur. Apa yang
anda lakukan adalah ‘melepas’ kekhawatiran itu, dan membiarkan proses
berlangsung sebagaimana adanya saat itu.

Atau pernahkah anda berupaya untuk menyadari proses tidur secara
harafiah dalam arti menjaga kesadaran dengan tujuan untuk mengetahui
prosesnya, dalam konteks kesadaran sehari-hari ? Apa yang terjadi ?
Yang terjadi adalah anda tidak pernah tertidur, atau jika tertidur,
anda tidak sadar bahwa anda tertidur.

Inilah yang kita sebut dengan paradoks tidur itu. Jika anda berupaya
untuk memahami prosesnya dalam konteks kesadaran sehari-hari yang
konvensional, maka anda tidak mungkin dapat menjangkau proses yang
sebenarnya, karena ia di luar konteks kesadaran konvensional tersebut.

Apa yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan latihan peningkatan
konsentrasi dan kesadaran secara terus-menerus, sehingga lambat laun
anda dapat menemukan dan memanfaatkan kesadaran lain yang berada DI
LUAR kesadaran konvensional.

Setiap bentuk kesadaran memiliki konteksnya sendiri-sendiri. Apa yang
di alami oleh kesadaran sehari-hari saat kita terjaga dan
beraktivitas, sama sekali diluar konteks dari jenis kesadaran yang
lain itu. Satu-satunya penghubung antara berbagai jenis kesadaran itu
adalah daya ingat, kenangan akan apa yang di alami ketika kita masuk
ke dalam kesadaran yang berbeda, lalu kembali ke kesadaran
sehari-hari.

Namun, ingatan itu hanyalah kenangan yang kabur, yang sebagian besar
informasinya sudah lenyap, sehingga, kita mencerap kesadaran lain itu
hanya berupa garis besarnya, dan tampaknya tidak lagi relevan dengan
apa yang ada di hadapan kita dalam kesadaran sehari-hari.

Sebaliknya, ketika kita berada dalam realitas alternatif, maka ingatan
kita tentang kesadaran sehari-hari, hanya berupa sebentuk kenangan,
bahwa kita masih memiliki jasmani di luar sana, di luar dimensi dari
realitas alternatif tersebut, yang sama tidak relevannya dengan
konteks realitas alternatif tersebut.

Marilah kita kembali ke awal pembahasan tentang kekuatan pikiran. Kita
dapat merasakan kekuatan pikiran dalam membentuk realitas, jika kita,
hingga tahap tertentu, dapat menyadari proses tidur, tahap demi tahap
dengan menggunakan kesadaran yang berbeda itu.

Dalam proses menuju tidur, hingga tahap tertentu, realitas kita
sehari-hari menjadi cair, realitas yang sehari-hari yang semula kita
anggap nyata, benda-benda kita anggap padat, berbentuk, lambat laun
kehilangan relevansinya.

Apa yang kini berhadapan dengan kita adalah sebentuk realitas yang
memiliki perwujudan yang tak ada habisnya, yang memiliki tak berhingga
kemungkinan, tergantung pikiran yang mengarahkannya. Begitu sebentuk
bayangan realitas yang paling kuat beresonansi dengan pikiran pada
saat itu, maka kesadaran lain itu akan ‘masuk’ ke dalam bentuk
realitas itu. Dengan kata lain, realitas yang mulanya hanya bayangan
pikiran belaka, menjadi nyata pada saat itu juga.

Begitu kita masuk ke dalam realitas itu, maka kita terkurung di sana,
melakukan aktifitas di sana, hingga terjadi kondisi baik eksternal
maupun internal yang menyebabkan kita berpindah dari realitas yang
sekarang, ke bentuk realitas yang lainnya.

Apa yang tidak kita ketahui adalah, bahwa begitu sudah terkurung, kita
TIDAK MENYADARI bentuk keterkurungan itu. Kita hanya dapat bertindak
sesuai dengan konteks yang dapat diperbolehkan oleh realitas tersebut.
Dalam hal proses kematian, yang saya anggap sebagai proses mimpi yang
irreversible, yang tidak dapat dibalik, seperti halnya dalam proses
tidur, maka realitas itu akan menjadi permanen, sehingga mau tidak
mau, kita harus melakukan berbagai aktifitas sesuai hukum yang berlaku
di realitas itu hingga kematian kita yang berikutnya.

Seperti yang saya ungkapkan pada paragraf di atas, proses kematian,
menurut saya adalah proses tidur yang tidak dapat dibalik, sementara
proses tidur, menurut saya adalah latihan bagi kita untuk menghadapi
proses kematian.

Dengan memahami proses tidur sebagai proses kematian yang dapat
dibalik sewaktu-waktu, maka kita dapat memahami kekuatan pikiran dalam
membentuk realitas, mengalami realitas itu dalam waktu terbatas, dan
kembali ke kesadaran sehari-hari kita. Setelah kembali ke kesadaran
sehari-hari, kita dapat mengevaluasi beraneka bentuk realitas
alternatif tersebut, dan dapat mengapresiasi kekuatan pikiran dalam
membentuk realitas, hingga tiba pada suatu saat, kita dapat
mengaplikasikan keterampilan kita dalam kondisi yang sebenarnya, yaitu
kematian itu sendiri…

Categories: ARTIKEL
  1. AM+00:00R01 14,2008 at 2:26

    I always enjoy your blog. Thank you so much giving me much information. When you have the time , please visit our web site.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: