Home > Uncategorized > KIAT POKOK MENGATASI KENAKALAN REMAJA

KIAT POKOK MENGATASI KENAKALAN REMAJA

Sebagian besar orangtua di jaman sekarang sangat sibuk mencari nafkah. Mereka sudah tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat mengikuti terus kemana pun anak-anaknya pergi. Padahal, kenakalan remaja banyak bersumber dari pergaulan. Oleh karena itu, orangtua hendaknya dapat memberikan inti pendidikan kepada para remaja. Inti pendidikan adalah sebuah pedoman dasar pergaulan yang singkat, padat, dan mudah diingat serta mudah dilaksanakan.

Dengan memberikan inti pendidikan ini, kemana saja anak pergi ia akan selalu ingat pesan orangtua dan dapat menjaga dirinya sendiri. Anak menjadi mandiri dan dapat dipercaya, karena dirinya sendirinyalah yang akan mengendalikan dirinya sendiri. Selama seseorang masih memerlukan pihak lain untuk mengendalikan dirinya sendiri, selama itu pula ia akan berpotensi melanggar peraturan bila si pengendali tidak berada di dekatnya

Inti pendidikan ini terdiri dari dua hal yaitu :

1. MALU BERBUAT JAHAT

Benteng penjaga pertama agar remaja tidak salah langkah dalam hidup ini adalah menumbuhkan hiri atau rasa malu melakukan perbuatan yang tidak benar atau jahat.
Dalam memberikan pendidikan, orangtua hendaknya dengan tegas dapat menunjukkan kepada anak perbedaan dan akibat dari perbuatan baik dan tidak baik atau perbuatan benar dan tidak benar. Kejelasan orangtua menerangkan hal ini akan dapat menghilangkan keraguan anak dalam mengambil keputusan. Keputusan untuk memilih kebaikan dan meninggalkan kejahatan. Penjelasan akan hal ini sebaiknya diberikan sejak dini. Semakin awal semakin baik

2. TAKUT AKIBAT PERBUATAN JAHAT

Apabila anak bertambah besar, orangtua selain menunjukkan bahwa suatu perbuatan tertentu tidak pantas, memalukan untuk dilakukan oleh anaknya, maka orangtua dapat meningkatkannya dengan memberikan uraian tentang akibat perbuatan buruk yang dilakukan anaknya. Akibat buruk terutama adalah yang diterima oleh si anak sendiri, kemudian terangkan pula dampak negatif yang akan diterima pula oleh orangtua, keluarganya serta lingkungannya. Orangtua dapat memberikan perumpamaan bahwa bila diri sendiri tidak ingin dicubit, maka janganlah mencubit orang lain. Artinya, apabila kita tidak senang terhadap suatu perbuatan tertentu, sebenarnya hampir semua orang pun bahkan semua mahluk cenderung tidak suka pula dengan hal itu. Rata-rata semua mahluk, dalam hal ini, manusia memiliki perasaan serupa. Penjelasan seperti ini akan membangkitkan kesadaran anak bahwa perbuatan buruk yang tidak ingin dialaminya akan menimbulkan perasaan yang sama bagi orang lain. Dan apalagi bila telah tiba waktunya nanti, kamma buruk berbuah, penderitaan akan mengikuti si pelaku kejahatan.

<!–[endif]–>

Categories: Uncategorized
  1. Fika
    AM+00:00R00 14,2008 at 2:26

    Terima kasih atas tipsnya, saya mau menanyakan sesuatu :
    Saya mempunyai seorang adik berumur 14 tahun. Ketika bayi usia 2 – 7 tahun, dia diasuh oleh Bibi saya, karena Ibu saya harus kerja ke luar negeri.
    Ketika dia berumur 8 tahun, saya mengajaknya pulang ke rumah. Dia setuju. Kami serumah dengan ayah, adik saya yang kedua, tanpa ibuku tentunya.
    Setelah dia berumur 10 tahun, Ibuku pulang. Dan saya harus kuliah di luar kota ( tidak bisa mengawasinya lagi ) Ternyata adikku tidak begitu dekat dengan ibu saya. Ibu saya begitu keras, sama dengan dia. Tidak ada kecocokan sama sekali.
    Sampai sekarng, dia kelas 1 SMP ( karena dia tidak naik kelas tahun kemarin , dia tidak pernah patuh pada orang tua saya. Bahkan cenderung membangkang keras. Tingkahnya aneh, tidak seperti saya maupun adik saya yang kedua.
    Padahal ketika serumah dengan saya, tidak pernah ada masalah. Dengan sekolah maupun sosialnya.
    Yang menurut saya aneh antara lain :
    1. Tidak pernah mau belajar (Meskipun nilainya jelek dia santai saja, tidak pernah malu atau takut )
    2. Suka Ngomong kasar pada adik saya yang kedua dan orang tua saya. ( Kalau sama saya tidak berani )
    3. Dia modis tapi tidak rapi, ( Mengikuti pergaulan, tapi tidak menjaga kebersihan )
    4. Suka menginap di rumah teman atau PS-san, (Padalah itu larangan utama dalam keluarga kami )
    5. Suka mengambil uang Ibu atau Adik saya yang kedua (Tapi tidak pernah mau mengakui, padahal kami sudah tau )

    Saat ini saya sedang bekerja di luar kota sambil kuliah, jadi tidak bisa mengawasi dia secara langsung. Hanya bila dia membutuhkan sesuatu saya belikan, apalagi kalau untuk kebutuhan sekolah pasti langsung saya belikan.

    Yang saya tanyakan :
    Bagaimana cara menyadarkan pada dia, bahwa perbuatannya itu salah, tanpa menyinggung kepentingan pribadinya ?

    Terima kasih, saya tunggu jawabannya….

  2. nia rukia
    AM+00:00R00 14,2008 at 2:26

    saya kira dya cuma kesepian. dari dulu kan Anda yang mengasuh dya. ketika ada orang baru yang masuk kedalam (hidupnya) ia mungkin susah untuk bersosialisasi atau beradaptasi. apalagi Anda sudah tidak bisa mengawasinya.
    hal yang menurut saya kurang adalah mereka (ibu dan adik Anda) sama-sama keras.
    dya sudah terbiasa dengan Anda, apalagi Anda yang mengasuhnya. Jadi dya merasa Andalah kakak sekaligus ‘parent’ buat dya.
    jadi ketika Anda sudah tidak bisa mengawasinya, menurut saya, dya merasa kehilangan karena tidak ada seseorang yang menjadi panutan atau ‘kakak atau parent’ untuknya.
    jadi menurut saya hanya kurang komunikasi saja antara Anda sekarang dengan si adik.
    bagaimana menjelaskan bahwa Anda yang sedari dulu yang telah menjaganya ingin dya maju dan menjadi orang yang sukses dan tidak membangkang lagi.
    terimakasih. ^^

  3. ayu
    AM+00:00R00 14,2008 at 2:26

    saya punya anak perempuan umur 13 tahun. dia sudah mulai pacaran diam2. awalnya saya tidak percaya karena saya anggap dia masih anak2 yg belum mengenal ttg pacaran tapi tiba2 saya dipanggil sekolah bahwa anak saya kepergok pacaran dgn “rangkulan” diperpustakaan saya datang dan anak saya bilang kalo tidak akan mengulangi lagi. tapi pada suatu ketika saat saya jemput sekolah dia tidak ada di ruang tunggu langsung saya cari ke kelasnya juga tidak ada ternyata setelah saya selidiki saya melihatnya berduaan dengan seorang cowok dipojok kelas dengan duduk lesehan. saya sangat shock ! karena anak saya itu tiap hari saya antar jemput, bahkan saya tau sendiri kalo dia tidak pernah main keluar rumah. Dia tidak pernah mengaku kalo pacaran . Bagaimana menurut bapak/ibu dalam mengatasi anak saya ini? karena mengingat usianya masih terlalu kecil untuk pacaran (SMP kls 2) apakah saya harus memindah sekolah atau saya melarangnya bergaul dgn laki2 ?

    terimakasih, mohon jawabannya

  4. andini
    AM+00:00R00 14,2008 at 2:26

    saya punya adik yg berusia 14 thn dy sgt ska main n berpacaran serta dekat dengan banyak pria sejak dy masih kecil sudah ditinggal ayah saat usianya 10 thn ibu meninggal jd dy diasuh nenek tapi dy sgt keras kepala tdk bs diatur n seenaknya gmn y

    • PM+00:00R00 14,2008 at 2:26

      Trimkasih telah berkunjung dalam blog saya dan mohon maf baru saya LZ comentny…
      mf mbak or mas…menurut saya klo seumuran 14tahun itu memang wajar (bandel dan susah diatur) tp semua itu harus ada batasanny dan butuh waktu utk merubah ini smua. Klo emang karakter adik mbak or mas keras kepala dan susah di atur yaa pling dy cuma butuh kasih syang yg lebih utk diriny dan utk mengasih tahu kepada adiny mbak or mas haruz secara lembut dan memberikan sebuah contoh yg bener2 dia lihat dengan sendiriny.. orang yg keras kepala dan susah di atur itu g bisa di kasih tahu secara keras dan disiplin…mengasih tahuny harus dengan lembut dan penuh rasa kasih sayang…
      git mbak….😀
      memang butuh waktu dan proses utk merubah karakter orang yg keras kepala dan susah diatur,.

      Trimkasih atas kunjunganny mbak…
      klo butuh konfermasi dan saran lagi contack saja ke FB saya…😀

      http://www.facebook.com/maswisnucahyoto
      n ini no HP saya 085283087556

  5. tria
    PM+00:00R00 14,2008 at 2:26

    saya punya adik laki-laki usia 16 thn.dia sedikit nakal, gak bisa mendengarkan arahan atau nasehat baik dari orang tua maupn saudara-saudaranya.dia mempunyai prestasi sekolh yg buruk.apa yg dilakukan semaunya sendiri dan tidak bertanggungjawab.dia tidak terbuka dengan keluarga dan tidak betah tinggal dirumah.dia juga perokok dan suka bergaul dengan orng2 dewasa.
    keluarga bingung bgaimana cara mengatasinya….mohon sarannya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: